Peneliti yang tidak pernah menyentuh objek risetnya secara langsung tidak bisa mengaudit output AI — karena tidak punya referensi pengalaman untuk mendeteksi ketidakakuratan.
Data sensori (observasi, wawancara, artefak fisik) yang dikumpulkan peneliti sendiri menjadi ground truth yang tidak bisa dipalsukan oleh statistik model bahasa.
Masalah yang Tidak Terlihat
Peneliti yang tidak pernah turun ke lapangan — yang seluruh datanya berasal dari internet dan output AI — tidak memiliki referensi pengalaman untuk mendeteksi kekeliruan. Mereka tidak bisa membedakan mana output AI yang akurat dan mana yang halusinasi, karena mereka sendiri tidak pernah menyentuh realitas yang dideskripsikan.
Prinsip Sensory Grounding™
Data sensori yang dikumpulkan peneliti secara langsung — observasi, wawancara mendalam, artefak fisik, pengalaman partisipatif — menjadi ground truth yang tidak bisa dipalsukan oleh statistik model bahasa. Ini bukan romantisasi penelitian konvensional; ini fondasi epistemik yang memungkinkan kolaborasi AI yang jujur.
Kapan Diterapkan
Sensory Grounding™ bekerja sebelum fase Inject dalam iRDR™. Peneliti tidak memulai kolaborasi dengan AI sebelum memiliki setidaknya satu bentuk kontak langsung dengan objek atau subjek riset mereka.