Peneliti mengambil satu sumber dan menariknya sebagai kebenaran universal, tanpa menyadari bahwa satu sumber bisa merupakan anomali atau bias.
Setiap klaim substantif membutuhkan konfirmasi dari minimal tiga sumber yang berbeda metodologi dan perspektifnya — baru bisa dinyatakan valid.
Satu Sumber Bukan Bukti
Dalam penelitian akademik, satu temuan dari satu sumber bukan fakta — itu hipotesis. Peneliti yang berhenti di satu sumber, apalagi jika sumber itu adalah output AI, sedang membangun argumen di atas tanah yang bisa runtuh kapan saja.
Cara Kerja Triangulasi™
Setiap klaim substantif dalam riset membutuhkan konfirmasi dari minimal tiga sumber yang berbeda — berbeda metodologi, berbeda perspektif, berbeda era jika memungkinkan. Baru ketika ketiga sumber tersebut berkonvergensi, klaim itu dinyatakan valid untuk dimasukkan ke dalam naskah.
Tiga tipe sumber yang ideal:
- Empiris — data primer dari lapangan (Sensory Grounding™)
- Literatur — artikel peer-reviewed via RAG™
- Teoritis — kerangka konseptual dari tokoh yang relevan
Hubungan dengan Framework Lain
Triangulasi™ beroperasi di fase Diagnose dalam iRDR™, setelah RAG™ menyiapkan referensi dan Sensory Grounding™ menyiapkan data lapangan. Dignity Check™ menggunakan hasil triangulasi sebagai salah satu kriteria validasi akhir.